Rabu, 12 Oktober 2011

Cinta Putih

Ada bayang yang tak pernah pergi
Ada nama yang s’lalu mendiami
serta seutas wajah yang menerangi
Pada hati…bangkitkan semangat diri
tuk lalui hari-hari
Meski kutau bagiku takkan mungkin lagi ada dirimu
Tetap saja kubiarkan engkau mendiami seluruh taman asa
di antara kuntum bunga mawar yang pernah ada diantara kita
Merekah indah diantara ‘harap dan nyata’
Ada keyakinan yang tak terbeli
Oleh ribuan hari-hari penantian hati
Susuri hidup… walau tertatih seorang diri
dan kau tetap disana, diami sudut paling sunyi
dan suci…

Hanya Untuk Dikenang


Kenangan

Telah lama...
kita saling mengenal dan saling memahami,
saling mengasihi dan saling berbagi cerita,
berbagi rasa dan berbagi canda..

Namun..
kau jatuhkan hatimu padanya..

Tak tau kah kau,
bahwa akulah..
yang lebih perduli dan lebih mengasihimu?

Tapi,
ku kan coba terima semua ini..

pergilah kasih..
raih semua keinginanmu tuk berada di sisinya..
raih semua impianmu..
ku kan biarkan rasa ini berada dalam hatiku..

kan ku obati sakit ne sendiri,
tampa kau disisiku..

>dari ku, yang selalu mengasihimu

Aku Masih Berjuang


Cerpen Percintaan


 Saat Aku Mengenal Kamu
By: Hartana Adhi Perman



Telah terlahir seorang bayi perempuan lucu dan mungil di bulan Oktober dari seorang ibu yang aku cintai, selalu menemaniku dalam suka dan duka. Terlalu cintanya ibuku kepadaku di beriku nama Indah karena suatu anugerah yang terindah dalam hidup kedua orang tuaku. Seiring berjalannya waktu tak terasa usiaku kini menginjak 15 tahun. Ku lalui hari-hariku tanpa langkah yang pasti. Hanya angan-angan bergelanyut seakan berharap dan berharap terus. Ku ingin langkahku kau temani, merasakan hari-hari yang indah. Tak ku sangkah rintihan hatiku yang paling dalam bersambut.

Bulan Oktober, oh kurindu padamu bulan yang penuh harapan yang selalu berkecambuk dalam hatiku selama ini. Tak ada angin tak ada petir, di siang itu harapanku terjawab. Datanglah seorang yang tak asing di Hatiku. Meskipun waktu itu di masa kecilku SD dia sudah pernah mengenalku. Tapi apalah arti semua itu di usiaku baru 11 tahun, ah usia anak-anak yang masih selalu ingin di manja, di belai seorang ibu. Ya kulalui hari-hari selayaknya anak-anak kecil lainnya, penuh canda tawa. Tak terbesik di benakku untuk mengenal seorang yang lebih dari seorang teman.

Masih teringat kala itu, perpisahan SD kita sama-sama study tour ke Jogja. Senang sekali rasanya bersendau gurau bersama teman-teman. Tak kusangka dan tak kuduga datanglah sesosok laki-laki mendekatiku, dia berkata : “Hei Indah bolehkah aku duduk di sampingmu?”. Dengan rasa malu, takut dan agak senang ku katakan padanya,”silahkan!” dengan kepala menunduk ku menjawabnya.

Ketika sampai di Jogja, kita semua pun masuk ke dalam kamar dan langsung mandi karena akan melanjutkan perjalanan. Di saat berjalan-jalan aku seorang diri, dia datang menghampiriku dan akhirnya kita duduk di pinggir pantai. Di iringi gemercik air laut seakan menghampiriku. Dengan malu-malu dia bercerita bahwa hatinya senang dengan aku. Dia berkata,”Indah bolehkah aku menganggapmu lebih dari seorang teman dan maukah kamu jadi pacarku?”. Dengan kaget dan mata melotot ku jawab,”oh apakah benar ucapanmu tadi?”. Dia bertanya lagi,”kenapa?apa ada yang salah dengan perkataanku?”. Aku pun menjawabnya,”enggak ada yang salah kok!tapi kita kan masih kecil”.Tiba-tiba datanglah temanku Linda dia datang dan memukul pundakku dari belakang. Aku kaget bukan main. Akhirnya aku sama Linda ngomong ke dia, untuk pergi jalan-jalan. Dia bilang,”terserah!”. Sejak saat itu lah antara aku dan dia biasa-biasa saja. Sampai tour selesai aku tak ada masalah apa-apa.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun kulalui dengan apa adanya. Dia tiba saatnya di usiaku ke 15 tahun, aku bertemu dan berjumpa dengan dia lagi. Awal itu, bulan Oktober tepat di ulang tahunku ke 15 tahun. Tiba-tiba datanglah sesosok laki-laki dengan penampilan agak ngepunk, datang ke rumahku dengan mengendarai sepeda fitnya. “Assalamualaikum”, tiba-tiba ibu berjalan membukakan pintu. “Waalaikumsalam”, jawab ibuku. “Mau ketemu siapa mas?”, Tanya ibuku. “Indahnya ada bu?”, jawabnya. “Ada kok mas”, kata ibuku. Dengan langkah penuh hati-hati ibu memanggil dan menghampiriku. Ibu bilang ada temanku, langsung ku temui temanku itu dan ku persilahkan duduk. Agak malu-malu aku dan dia berjabat tangan. Saling tersenyum dan agak malu-malu rasanya.

Aku dan dia ngobrol bercerita tentang kehidupan masing-masing. Selama kurang lebih 4 tahun tiada kabar berita dia datang ke ruamhku. Terbesik di benakku, oh sebegitu besarnya dia masih ingat aku. Mungkinkah dia masih memegang kata-katanya masih selalu ingat padaku. Tak ku sangkah lagi tepat di ulang tahunku yang terindah dalam hidupku, tanpa malu-malu seperti dulu dia berkata,”Indah aku mencintaimu”. Aku terkejut dengan kata-katanya. Dengan hati yang berbunga-bunga rasanya ingin ku jawab,”ya….!” tapi sebegitu cepatkah rasa itu hadir dan menghampiriku. Sambil ku tundukan kepala aku menjawab,”tunggu 2 hari lagi ya pasti ku jawab!”. Dengan sabarnya dia mengiyakan jawabanku.

Untuk membangkitkan suasana agar tidak sunyi, aku mengajak dia ngobrol-ngobrol tentang sekolahnya. Dengan antusiasnya dia menyambutnya. Akhirnya suasana menjadi fress lagi. Mulai dari dia cerita panjang lebar tentang motor favoritnya. Kelihatannya dengan motornya itu dia sangat senang dan bangga. Tak lupa ku ceritakan tentang aku dan kisah-kisahku yang konyol itu. Dia tertawa-tawa suasana menjadi semakin asyik saja. Tak terasa detak jam dinding menunjukkan pukul 15.00 WIB, tanpa basa basi dia langsung pamit pulang dan selalu berharap jawaban dariku.

Seiring hari berlalu tibalah hari yang din anti dia datang dengan tersipu malu. Ngobrol sambil mendengarkan musik di Hp. Dia bertanya,”gimana Ndah jawabannya!”. “Ku terima cintamu, tapi ijinkanlah pada ibuku, boleh apa tidak pacaran denganku?”, kataku. Tak di sangkah ibu berjalan melewati ruang tamu dimana aku dan dia duduk. Kesempatan dia buat ngomong ke ibuku. Akhirnya ibuku mengizinkan.

Sejak saat itu aku pacaran dengan dia. Hari-hari yang ku lalui serasa Indah dan senang. Aku sangat menyanyangi dia, karena dia selalu minta izin pada ibuku kemana aku dan dia pergi. Dari situ aku mulai tersentuh hatiku untuk selalu menyayanginya selalu. Dari tutur katanya yang sopan pada ibuku.

Pada suatu hari, dia datang lagi berkunjung ke rumahku. Dengan rasa sedikit takut dan malu-malu, dia mendatangi ibuku yang saat itu lagi duduk di depan teras bersama adik-adikku yang lain. Dia berkata,”Ibu bolehkah aku mengantar dan menjemput Indah sekolah?”. Dengan agak terkejut ibu menjawab,”oh, boleh-boleh saja asal langsung pulang ya!”. “NggiH bu, matur nuwun”, katanya. Ya, semakin hari semakin minggu hanya perasaan senang dan rindu yang kurasakan.

Aku sempat putus dengan dia tapi karena kita masih saling mencintai, akhirnya kita pun balikan lagi. Sampai saat ini aku masih menjalin hubungan dengan dia dengan hati yang tulus dan saling percaya satu sama lain. Aku berharap dia yang terbaik untukku.

7 Tips Untuk Menjadi Pendengar yang Baik Kepada Wanita



Ramai lelaki gagal dalam menjadi pendengar yang baik. Apabila pasangan mereka meluahkan perasaan atau menceritakan sesuatu, lelaki akan suka 'potong' dan menghilangkan mood pasangan mereka. Ini menyebabkan wanita terus tertekan dan akhirnya perhubungan menjadi semakin renggang dan menyebabkan perpisahan.

Mrs Teddy juga suka bercerita dan meluahkan perasaannya kepada saya. Sebagai seorang lelaki, saya akan mendengar dan memberikan sepenuh tumpuan kepada apa yang ingin beliau sampaikan. Hanya dengan mendengar, anda akan membuatkan si dia kembali ceria dan happy. Kerana dalam hatinya, si dia tahu yang anda ada untuk mendengar luahan hati dan perasaannya.

Tetapi, bagaimana untuk menjadi pendengar yang baik kepada wanita? Berikut merupakan 7 tips yang ingin saya kongsikan bersama-sama dengan anda semua...

1. Berikan perhatian sepenuhnya - Apabila si dia mula berkata-kata, tumpukan sepenuh perhatian kepadanya. Hentikan segala perbuatan anda dan dengar dengan teliti setiap apa yang si dia ingin katakan. Walaupun terdapat gadis yang lalu-lalang di sebelahnya, jangan sesekali menjeling ke arah gadis tersebut. Saya tahu perangai anda, kerana saya juga seorang lelaki.

2. Pandang matanya - Ketika si dia sedang bercakap, pandang matanya. Renung dan dengar dengan teliti cerita yang ingin disampaikan. Itu akan membuatkan si dia lebih gembira untuk meneruskan cerita atau luahan perasaan kerana anda ada untuk mendengarnya.

3. Jangan berikan pendapat - Apabila si dia meluahkan perasaaan, jangan sesekali memberikan pendapat atau jalan penyelesaian. Sebagai contoh, "Tadi ada pakcik tu jatuh tangga. Kesian je tengok pakcik tu." Jangan pula anda berikan pendapat, "Ala...biarlah dia nak jatuh ke, nak tergolek ke. Bukan awak susah pun...". Ini adalah sangat-sangat mematikan mood pasangan anda. Si dia hanya ingin meluahkan perasaan dan bukannya meminta pendapat anda. Jadi, jangan sesekali memberikan pendapat kecuali diminta.

4. Bertanyakan soalan - Untuk menaikkan lagi mood si dia bercerita, tanyakan soalan-soalan yang berkaitan dengan apa yang dicerita. Ini menunjukkan yang anda juga berminat dengan cerita yang si dia kongsikan. Saya guna contoh yang sama seperti di atas, "Tadi ada pakcik tu jatuh tangga. Kesian je tengok pakcik tu." Soalan yang boleh anda tanya, "La...macam mana dia boleh jatuh?".

5. Berikan sokongan kepadanya - Sekiranya pasangan anda sedang marah-marah atau merungut mengenai sesuatu, dengarkan saja apa yang si dia marahkan. Berikan sokongan yang anda juga berpihak kepadanya. Dan jangan sesekali anda menyokong orang yang dimarah itu pula. Ini akan menunjukkan yang anda tidak menyokong dirinya dan menyebabkan si dia bertambah marah.

6. Ulang semula apa yang dikatakan - Anda juga boleh mengulang semula apa yang si dia katakan bagi menunjukkan yang anda mendengar ceritanya. Contoh yang sama, "Tadi ada pakcik tu jatuh tangga. Kesian je tengok pakcik tu." Apa yang anda boleh buat adalah, "La...kesian pakcik tu jatuh tangga...". Dan si dia akan terus menyambung semula bercerita selepas mendapat tahu yang anda sedang mendengar ceritanya.

7. Diam dan jangan berkata apa-apa - Tetapi, jika topik luahan perasaan atau marah itu ada berkaitan dengan anda, adalah lebih baik anda berdiam diri dan jangan respon apa-apa. Lebih baik anda tahan telinga dan mendengar apa saja yang si dia katakan. Biarkan si dia luahkan segala perasaannya. Dengan cara sebegini akan membuatkan si dia lebih cepat reda kerana perasaan marah itu berjaya dikeluarkan.

Mudah bukan untuk menjadi seorang pendengar yang baik? Apa yang perlu anda buat hanyalah, mendengar. Itu sahaja.

Perempuan akan rasa diri mereka disayangi apabila luahan perasaannya didengari oleh pasangan. Sekiranya pasangan anda sedang bercerita atau meluahkan perasaan, anda sudah tahu apa yang perlu dilakukan. Jadilah pendengar yang baik, kerana itulah salah satu resepi untuk membina percintaan yang bahagia selamanya.

Hindari Percintaan yang Mudah Berakhir



"Kita sudah tidak cocok lagi..." adalah kata-kata yang sering kita dengar saat sebuah hubungan harus diakhiri. Tapi apakah benar bahwa berakhirnya sebuah hubungan selalu karena sudah tidak adanya lagi kecocokan? Sebenarnya banyak faktor yang dapat menyebabkan sebuah hubungan berakhir, salah satunya adalah kisah cinta yang ternyata memang memiliki potensi untuk gagal. Sebaiknya memang kita melihat kembali apakah jalinan kasih yang kita rangkai benar. Karena bisa jadi segala bujuk-rayu, kenangan dan bumbu percintaan lain itu ternyata justru membawa Anda ke sebuah kegagalan. Berikuat kami sampaikan 6 jalinan kasih yang memiliki potensi untuk gagal.
  1. Hubungan yang berat sebelah
Terkadang ada pasangan yang hanya perempuan atau laki-lakinyalah yang tergila-gila pada pasangannya sehingga terjadi ketidak seimbangan dalam hubungan. Dalam kondisi ini hanya salah satu dari pasangan tersebut yang perhatiannya tercurah secara berlebihan seperti sering menelepon, memberikan hadiah dan lain-lain. Sebenarnya dengan memberikan perhatian, tentu saja bukan sesuatu yang disalahkan, hanya saja ini harusnya berjalan dua arah. Hubungan yang sehat harus memiliki unsur equality atau persamaan. Hubungan ini dapat membuat pihak yang merasa menjadi objek cinta akan memanfaatkan subjeknya. Biasanya, hubungan ini pun didasarkan atas rasa kasihan atau alasan lain yang membuat hanya salah satu pihak saja yang begitu sangat mencintai pasangannya.
  1. Hubungan fantasi
Bisa dikatakan hubungan ini adalah hubungan yang kita kenal dengan sebutan cinta lokasi. Dimana ada perempuan dan laki-laki yang bertemu dalam sebuah kesempatan tertentu. Misalkan, keduanya bertemu disebuah tempat wisata saat mereka tengah berlibur dan akhirnya saling menyukai. Namun hal ini disebut fantasi karena keduanya bertemu diluar rutinitas mereka dan terjebak dalam sebuah keadaan yang nyaman dan bersifat sementara. Begitu mereka harus kembali menekuni rutinitas "nyata" mereka, seolah-olah mereka dibangunkan dan saat itulah hubungan tersebut bisa berakhir.
  1. Hubungan pemberontakan
Merupakan hubungan yang dimulai sebagai sebuah simbol pemberontakan terhadap keluarga atau orangtua. Misalkan, seorang anak memilih untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak disukai oleh ibunya karena menyimpan kemarahan terhadap orangtuanya tersebut. Padahal sang anak mungkin tidak merasa benar-benar cocok dengan pasangannya namun ia berusaha untuk bertahan untuk membuat orangtuanya merasa jengkel. Ini adalah salah satu hubungan yang ditemukan di masyarakat kita. Akhirnya hubungan yang tidak direstui ini pun seringkali berakhir dengan berbagai macam masalah dan kekecewaan.
  1. Hubungan patah hati
Hubungan ini biasanya dijalin setelah seseorang mengalami patah hati. Motivasinya bisa karena ingin mengalihkan perasaannya saja atau melampiaskan rasa sedih dan kekecewaannya saja atau malah berniat melakukan balas dendam karena hatinya telah terluka. Orang yang menjalani hubungan ini pun terkadang tidak menyadari motif dari jalinan hubungan tersebut. Sebenarnya kondisi ini bisa saja membawa subjek mengasihi kekasihnya dengan tulus namun memang pengalaman pahit dari masa lalunya itu masih membayangi. Jangan memaksakan diri untuk menjalin hubungan serius dengan orang yang baru patah hati. Sebaiknya Anda menunggu beberapa waktu hingga si dia benar-benar siap untuk kembali menjalin hubungan kembali.
  1. Hubungan fans
Hubungan seperti ini adalah mereka yang menjalin hubungan dengan seseorang yang dianggap sebagai role model atau tokoh idolanya. Meskipun Anda mungkin akan merasa senang karena bisa memiliki seseorang yang sangat Anda puja, ini sebenarnya adalah merupakan awal dari hubungan yang tidak sehat. Seseorang yang sangat mengagumi pasangannya secara berlebihan akan memiliki ekspektasi atau harapan yang berlebihan dan memiliki gambaran kesempurnaan terhadap pasangannya. Namun perlu diingat bahwa no body's perfect. Sang idola bisa membuat pasangannya kecewa dan ini bisa meretakkan hubungan secara perlahan atau bahkan hancur dalam seketika.
  1. Hubungan perselingkuhan
Bagi sebagaian orang bahkan Anda, menjalin sebuah hubungan dengan seseorang yang telah memiliki pasangan mungkin memang adalah sesuatu yang menantang. Bisa jadi Anda memang menikmatinya tapi jangan Anda remehkan efek dari hubungan ini karena perasaan terluka, kepahitan, kebohongan dan tentu saja pengkhianatan. Orang yang pernah melibatkan diri dalam hubungan perselingkuhan cenderung akan mengulangi hal yang sama terhadap pasangan barunya. Ia yang merebut pasangan orang lain dapat dihantui oleh perasaan bersalah dan beresiko untuk menjadi "korban selanjutnya". Oleh karena itu alangkah lebih baiknya bagi Anda untuk menghindari hubungan seperti ini karena berbahaya, salah dan tentunya akan sangat merugikan siapapun yang terlibat di dalamnya. 

      Setelah melihat beberapa jenis percintaan diatas mungkin saat ini bagi Anda yang baru akan memulai sebuah hubungan sebaiknya mempertimbangkan apakah Anda telah menjalin sebuah hubungan yang berdasarkan atas cinta yang sebenarnya.

Arti Sebuah Cinta



Arti Sebuah Cinta
Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi



Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.

Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.

Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad . Allah  berfirman: 

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14) 

Rasulullah  dalam haditsnya dari shahabat Tsauban  mengatakan: ‘Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah  berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah  menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah  memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”