Saya
sempat satu sekolah (lagi) sama seorang temen cewek yang saya kagumi sejak
dulu, sepintas memang dia hanyalah seorang gadis biasa yang ceria dan
imut-imut. Tapi siapa sangka, dibalik sosoknya yang kecil dan berkesan irit itu
memiliki segala kebesaran hati yang belum tentu dimiliki cewek lain. Dialah
cinta pertamaku yang masih membekas di kalbu ini, sampai sekarang, saat ini,
saat aku menuliskan & mengingat dia di kala itu.
Gadis
manis ini bertubuh mungil & memiliki senyum yang khas, ceria, supel dan
memiliki segala hal yang membuat banyak lelaki seusiaku terpesona. Yang
membuatku sangat menyayanginya adalah kerendahan hati & jiwanya yang hangat
kepada orang lain. Betapa tidak sadarnya dia, karena begitu mudahnya dia untuk
disayangi & dikagumi.
Sampai
akhirnya aku dekat & berteman dengannya, aku melihatnya membawa seikat
bunga mawar putih bertuliskan kata cinta dari seorang kakak kelas. Aku hancur
seketika, tapi sesaat kemudian aku senang. Karena aku bisa melihat senyumnya
yang paling indah. Hingga saat ini, aku masih menyimpan perasaan yang sama,
meskipun kini dia telah tumbuh menjadi remaja cantik & dikelilingi oleh
banyak pengagum. Sempat aku bilang begini sama dia..
"............
Aku cinta sama kamu"
"............" Dia memandangku
dengan dua bola matanya yang jernih & berparas agak ling-lung. Lalu ia
melanjutkan
"Kok
bisa Har?"
"Ya inilah perasaanku, aku bosan
memendamnya sendirian. Bukankah kamu yang ngajarin aku, untuk nggak munafik
pada perasaan sendiri? Ya inilah perasaanku yang sebenarnya"
"Har, sejak kapan?"
"Sejak aku melihat seorang malaikat
kecil menolong seekor anak kucing dipinggir jalan"
Tapi Har...." Belum sempat ia melanjutkan kata-katanya aku memotong.
"Aku nggak butuh jawabanmu, aku
cuma mau bilang yang seharusnya aku bilang.. makasih ya, sekarang aku udah
lega"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar